Citra
Anderesti Mahasiswi-Unindra
Mari bersama-sama memupuk persatuan, kesatuan, dan kebersamaan. Hargai jasa para pahlawan dengan selalu menjaga persatuan. Terutama untuk para pemuda/i Indonesia, bangkitkan kembali rasa nasionalis yang telah redup, untuk masa depan persatuan Indonesia. Pegang estafet perjuangan dengan melanjutkan cita-cita kemerdekaan.
Selamat ulang tahun wahai Putra Sang Fajar.
Marhaen, - 6 Juni 1901, tepat 114 tahun yang lalu,
lahir bayi laki-laki dari pasangan Raden Soekemi Sosrodihadrjo dan Ida Ayu
Nyoman Rai di Surabaya dengan nama Kusno Sosrodiharjo. Karena sering
sakit-sakitan, nama Kusno diganti menjadi SUKARNO. Ia lahir disaat fajar
menyingsing. Orang Jawa kejawen menyakini, bahwa bayi yang lahir disaat fajar
menyingsing nasibnya sudah ditentukan, akan menjadi pemimpin besar. Sukarno
dijuluki Putra Sang Fajar. Sukarno
muda sangat pemberani, jiwanya menggebu-gebu menentang Belanda.
Pemikiran-pemikirannya lahir di tahun 1926, tahun emas lahirnya ideologi bangsa
Indonesia. Dalam panggung politik, ia bercermin pada H.O.S Tjokroaminoto. Istri
yang paling berperan penting dalam perjuangannya menempuh gelar Insinyur, dan
senantiasa menemani perjuangannya di penjara hingga dibuang ke Ende dan
Bengkulu adalah Inggit Garnasih. Sewaktu di Ende, Sukarno bersama Asmara Hadi
membicarakan tentang dibutuhkannya dasar negara untuk Indonesia merdeka, yang
kemudian dikenal dengan PANCASILA dan dideklarasikan pada 1 Juni 1945.
Pada
17 Agustus 1945, Sukarno bersama Mohammad Hatta memproklamirkan kemerdekaan
Indonesia. Sukarno menjadi Presiden pertama republik Indonesia, dan Mohammad
Hatta sebagai wakilnya. Sukarno menjadi pemimpin besar revolusi. Pancasila yang
digagas mengandung makna Indonesia didalamnya, yaitu persatuan. Jika kita lihat
keadaan saat ini, apakah nilai-nilai Pancasila masih dijalankan? Atau hanya
sekedar dasar negara?. Banyaknya kasus pembunuhan, kasus tawuran pelajar, kasus
korupsi, diskriminasi antar agama ras dan suku, seks bebas, bahkan perpecahan
disaat pemilu 2014 yang lalu, menjadi bukti nilai-nilai Pancasila sudah luntur.
Sukarno dan para pejuang lainnya mengawali kehidupan Indonesia yang merdeka
dengan persatuan, lalu kenapa kita sebagai generasi penerus menjalankannya
dengan perpecahan? bahkan tidak sedikit pemuda/i yang melupakan jasa para
pahlawan, mereka asik memainkan gadget hingga rasa nasionalis pun berkurang.
Sukarno
meninggal pada 21 Juni 1970 di usia 69 tahun, dengan cara yang tidak layak bagi
seseorang yang menyerahkan jiwa raganya untuk tanah air yang dicintainya. Ia
meninggal di Wisma Yaso (Sekarang Museum Satria Mandala) sebagai tahanan politik
akibat kekejaman orde baru, dan dimakamkan di Blitar dengan tanda batu besar
bertuliskan “Penyambung Lidah Rakyat”. Beliau memang telah tiada, namun ia
selalu hidup di hati SUKARNO-IS yang ada di seluruh Indonesia. Bagi Sukarno-is,
Sukarno adalah identitas Indonesia. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak
melupakan jasa para pahlawannya” itu adalah ucapan Sukarno. Sudah jelas jika
ingin menjadi bangsa yang besar, harus berdiri di kaki sendiri dan tidak melupakan
jasa para pahlawannya.
ulang tahun Putra Sang Fajar.
Perjuangannya untuk bangsa akan selalu dikenang, termasuk gagasannya tentang
Pancasila. Dimata dunia, ia sangat terkenal sebagai negarawan hebat dan orang
yang membawa pengaruh baik pada negara. Masihkah itu terjadi di Indonesia?
Sangat mudah menghargai sang proklamator yang menyelamatkan Indonesia dari
penderitaan sistem kolonial, yaitu dengan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai
Pancasila sebagai dasar negara. Hal ini sangat dibutuhkan untuk masa depan
Indonesia. Dapat kita lihat akibat kisruh antara MENPORA dan PSSI menyebabkan
adanya SANKSI FIFA, dan mengakibatkan kemunduran sepak bola Indonesia. Sungguh
sangat memprihatinkan.
Mari bersama-sama memupuk persatuan, kesatuan, dan kebersamaan. Hargai jasa para pahlawan dengan selalu menjaga persatuan. Terutama untuk para pemuda/i Indonesia, bangkitkan kembali rasa nasionalis yang telah redup, untuk masa depan persatuan Indonesia. Pegang estafet perjuangan dengan melanjutkan cita-cita kemerdekaan.
Selamat ulang tahun wahai Putra Sang Fajar.
0 Comments